Hendak Mengajukan Asuransi Kesehatan, Simak 3 Hal Berikut!

Inge Innova – Masih banyak orang yang belum paham betul pentingnya asuransi kesehatan. Padahal, sakit bisa muncul kapan saja, bahkan kecelakaan yang tak terduga pun bisa saja menghampiri kita di mana saja. Selain itu, memiliki pertanggungan kesehatan juga akan sangat membantu pemilik polis untuk menanggulangi biaya pengobatan dan perawatan ketika risiko sakit atau kecelakaan terjadi. Alhasil, produk asuransi kesehatan secara tidak langsung juga membantu menjaga finansial keluarga Anda.

Nah, jika Anda mulai tertarik untuk segera memiliki produk perlindungan ini, simak terlebih dulu beberapa ketentuan umum yang biasa ditetapkan oleh perusahaan asuransi, seperti:

produk asuransi kesehatan

1. Memahami pre-existing condition

Dalam ketentuan ini, polis asuransi kesehatan tidak akan menanggung atau membiayai pengobatan penyakit yang diderita nasabah sebelum menjadi pemegang polis asuransi dari perusahaan yang bersangkutan. Misalkan sebelum terdaftar sebagai nasabah asuransi, Anda sudah memiliki tekanan darah tinggi. Jika kondisi tekanan darah tinggi Anda sewaktu-waktu kambuh, perusahaan asuransi tidak akan menanggung pengobatan maupun perawatan atas penyakit tersebut. Beberapa kondisi yang masuk dalam kategori pre-existing condition yaitu:

  • Yang sudah ada atau yang telah ada. Kondisi ini berarti pemegang polis asuransi mempunyai riwayat penyakit yang pernah terjadi atau telah dimiliki sebelum menjadi pemegang polis asuransi kesehatan.
  • Penyebab penyakit diketahui atau pernah diketahui. Kondisi yang dimaksud di sini adalah faktor yang dapat memengaruhi timbulnya penyakit pada nasabah, atau sudah ada gejala-gejala yang dapat memicu penyakit-penyakit tertentu. Misalnya, Anda mempunyai gangguan-gangguan seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, keringat dingin, dan mual yang dapat mengacu ke salah satu penyakit tertentu; seperti penyakit jantung. Oleh karena itu, jika Anda mengalami penyakit jantung setelah menjadi pemegang polis, pengajuan klaim Anda terkait penyakit jantung akan ditolak. Sebab, Anda sudah punya bibit penyakit jantung sebelum menjadi pemegang polis.

2. Menyampaikan informasi sejujur-jujurnya

Dalam klausa polis, biasanya akan tertulis bahwa perusahaan asuransi berhak untuk membatalkan klaim dari pemegang polis jika mendapatkan bukti bahwa ada kebohongan informasi tentang kondisi kesehatan pemegang polis. Maka dari itu, Anda harus memberikan informasi sejujur-jujurnya kepada perusahaan asuransi agar kejadian seperti di atas tidak akan terjadi. Sebab pada akhirnya yang merrugi adalah Anda sendiri. Perusahaan asuransi tentu tidak dapat mengembalikan premi yang telah Anda bayarkan sebagai ganti dari jaminan kesehatan Anda.

3. Memahami risiko mengajukan klaim asuransi

Berdasarkan penjelasan rinci di atas, dapat disimpulkan bahwa pengajuan klaim asuransi kesehatan memiliki probabilitas penolakan klaim berdasarkan bukti-bukti yang ditemui oleh perusahaan asuransi. Contohnya adalah pengajuan klaim penyakit yang bibitnya telah diderita sebelum menjadi pemegang polis. Untuk itu, penting juga buat Anda memahami risiko pengajuan klaim asuransi yang akan ditolak. Dengan begitu, Anda bisa mempersiapkan rencana cadangan terlebih dahulu.

Itu dia 3 hal umum yang perlu Anda tahu sebelum membeli produk asuransi. Jangan lupa untuk mempertimbangkan nilai premi yang harus Anda bayarkan secara rutin itu sudah sesuai dengan penghasilan Anda atau belum, ya. Perhatikan juga metode pembayarannya, cara pemakaian dan pengajuan klaimnya seperti apa, dan tentu saja apa saja manfaatnya. Semoga artikel ini berguna, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *